Lambaian Tangan Di KM 26

Standard

Tak…tak…tak..

Seperti ada tabuhan drum yang menemani perjalananku dan temanku ke bandara Soetta pagi itu. Terdengar jelas dari sisi pintu kiri. Sebenarnya aku merasa aneh. Namun ku pikir body taksi yang kutumpangi mungkin sudah agak renta sehingga menimbulkan suara seperti itu.

Bismillah saja, toh sebentar lagi sampai bandara. Gumanku dalam hati.

Namun tak lama, Pak Supir malah menghentikan taksinya di KM 26. Lalu ia keluar dan mengecek ke semua sisi ban. Sambil garuk-garuk kepala, wajahnya terlihat bingung.

“Mba, saya ganti ban dulu ya”, ucapnya pada kami.

Gawat! Ban taksi kempes!

Aku pun langsung melirik jam. Pukul 5.45.

Oalaa,,, pesawatku boarding jam 6.30. Hatiku mulai cemas. Terbayang bila nanti harus berlari ke sana- kemari mencari konter check-in. Belum lagi harus mengantri di imigrasi. Bisa-bisa nggak sempat!

Aku dan temanku pun keluar taksi dan mengecek kondisi ban.

Parah! Hancur banget. Sementara aku lihat di bagasi tak ada ban serep. Mau diganti pakai apa?

Pak Supir masih upaya mengecek-ngecek ban. Walau rasanya aku menangkap raut tak paham di wajahnya. Lalu ia menelpon pool taksi meminta bantuan armada baru. Tapi siapa yang mau menjemput kami di tol Bandara KM 26? Sudah sebentar lagi sampai Soetta. Tapi kalau jalan tentu masih jauh. Aku coba telpon pun mereka bilang armada mereka penuh.

Jejak di KM 26

Jejak di KM 26

15 menit sudah kami terdampar di sana. Ditemani semilir udara dingin dihiasi langit mendung yang siap menangis. Seperti hatiku juga yang bisa menangis jika tak kunjung beranjak dari sana. Sementara mobil-mobil berlalu cepat begitu saja. Tak satupun menoleh, meminggirkan diri untuk menolong kami.

Aaah… Pertolongan itu harus dijemput!

Aku melempar lirikan pada temanku. Seolah memberi kode untuk melakukan hal “gila” yang belum pernah kami lakukan selama ini. Cuma menonton di film-film. Cuma terlintas dalam batas khayalan.

Huft!! Whatever, lah! Daripada rencana kacau gara-gara ketinggalan pesawat. Batinku.

Aku pun mengangkat kedua tanganku ke atas kepala dan mulai melempar lambaian. Targetku adalah bus damri yang sedang melintas. Berharap bus itu mau berhenti dan menampung kami sampai di bandara. Bayar full pun tak apa. Asal sampai bandara. Titik.

Namun bus Damri berlalu begitu saja. Meninggalkan dua gadis panik ditinggal pesawat. Hiks…

Ya Allah, bila Kau izinkan, maka kami akan sampai di bandara.

Doaku dalam hati. Aku tawakal saja dengan tetap berusaha meminta pertolongan. Menebar harapan bertemu jodoh lewat lambaian sepasang tangan. Memperluas target pada semua mobil yang lewat. Siapapun! Tapi semoga orang baik. Bukan tukang bawa kabur anak orang ke pelaminan.

And magic! Beberapa mobil tiba-tiba meminggirkan diri tak jauh dari taksiku. Ada mobil sejuta umat, sebuah mobil off road, dan sebuah taksi putih yang berpenumpang. Sepertinya kekuatan doa dan pesona lambaian tanganku berhasil mengundang mereka untuk menepi.

Pilih yang mana, Nih?

Tak sempat berpikir panjang, Supir taksiku langsung menghampiri taksi putih dan berbincang dengan si supir dan penumpang. Mungkin karena merasa se-profesi. Dan tanpa menanyakan pendapat kami, ia meminta kami naik taksi putih itu. Dia seolah tak mempedulikan mobil lain yang sudah ikut berhenti untuk ngecek kondisi kendaraan mereka ternyata. Malu!

Kami menghargai usaha si supir melobi taksi putih itu. Dan karena nggak ada lagi yang mau nolong, Kami pun naik ke taksi putih itu dengan perjanjian sharing cost sesuai kesepakatan.

Alhamdulillah. Kami diselamatkan! Tiba di bandara tepat waktu sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian di KM 26. What a morning day ^^”

Advertisements

2 responses »

  1. Pingback: Mimpi 80 Dollar (Part 3) – Final | Kicau Kaki

  2. Pernah ketinggalan pesawat, dan bengong di airport..jangan sampe gitu lagu deh. Btw tulisan yg di garisin tuh cukup ok lho haha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s