Dua Mimpi Yang Tertinggal

Standard

Hari itu aku membaca list impianku. Di antara beberapa yang sudah terwujud, ada dua yang tertinggal. Naik pesawat terbang dan pergi ke luar negeri.

Jangankan ke luar negeri, seumur hidup aku belum pernah naik pesawat terbang. Kalau kata Papaku, dari mana mau ke mana naik pesawat? Semua keluargaku berdomisili di Bogor, Jakarta, dan Bandung. Jadi sejauh-jauhnya pulang kampung, ya ke Bandung. Nggak mungkin naik pesawat, kan? Hehe. Selain itu papaku termasuk orang yang menganggap jalan-jalan itu sebuah pemborosan. Jadi, semahal-mahalnya jalan-jalan, ya ke Dufan :D.

Pikirku saat itu, mungkin bila aku kaya raya, aku baru bisa mewujudkannya. Tapi aku tak kunjung jadi jutawan. Berkali-kali ikut undian pun tak pernah beruntung. Akhirnya aku melipat rapi kedua mimpi itu selama sekian tahun. Hingga suatu hari sebuah BBM mendarat di ponselku.

Denvi: Yen, Air Asia lagi promo kursi gratis. Ke Singapur yuk!

Aku bengong membaca pesan dari teman kosanku. Ini tawaran yang menarik. Tapi apa aku mampu? Saat itu aku baru jadi karyawan. Gajiku masih new entry.

Aku: Berapa tiketnya?

Denvi: 300 ribuan PP

Aku: Hah? Serius?

Denvi: Iyaaa. Makanya. Mau nggak? Nanti keburu abis.

Aku berpikir keras kala itu. Gilak! Murah banget tiketnya. Tak sampai jutaan. Tapi aku belum punya paspor. Tabunganku pun rasanya belum cukup untuk membayar akomodasi, makan, dan biaya hidup lainnya selama berada di negara mahal itu.

Denvi: Berangkatnya tahun depan. Jadi bisa nabung dulu.

Terjawab sudah. Maskapai Air Asia ini seolah memahami sekali segala pertimbangan yang biasanya menahan traveler wannabe sepertiku untuk melancong ke luar negeri. Bukan hanya harga tiket yang wow murahnya, tapi juga jeda waktu yang “diberikan” selama setahun itu memberi ruang untuk bisa menabung dulu. Aku pun nekad booking tiket pesawat ke Singapura.

Alhamdulillah, setahun kemudian dua mimpiku yang sempat tertinggal akhirnya terwujud juga. Ada jutaan bulir bahagia yang menari-nari di hatiku saat pesawat pertama yang kutumpangi mulai lepas landas. Runtuhlah semua batas antara dunia nyata dan dunia mimpi. Keduanya kini jadi satu. Apalagi saat kakiku melangkah memasuki bandara Changi Singapura. Senang luar biasa. Begini toh rasanya berada di negeri orang. Yeaaay \(^.^)/. Norak, ya? Hehehe…

Welcome to Changi

Hi, Singapore… ^^

Perjalanan perdanaku ke Singapura begitu berkesan. Aku merasakan energi positif yang luar biasa masuk ke tubuhku. Energi itu menjalar ke otakku dan mengusir segala penat yang telah lama menjadi benalu. Energi itu pun mampir ke hatiku dan menyalakan pijar riang berumur panjang. Kalau menurut papaku jalan-jalan itu sebuah pemborosan, rasanya harga itu sebanding dengan efek positif yang diberikan. Apalagi ada Air Asia yang meringankan budget transportasi. Tak salah kalau Elizabeth Gilbert, penulis buku best seller Eat, Pray, Love mengatakan: “To travel  is worth any cost or sacrifice.(peace, Papa :D).

Sensasi yang terkenang setelah jalan-jalan ke Singapura seperti “drugs” yang memberi efek ketagihan. Hal itu membuatku tak bisa menahan diri setiap kali melihat promo dari Air Asia. Selalu saja ada alasan yang membuatku menjadi salah satu pemburu tiket yang terjebak traffic di web Air Asia. Tiba-tiba aku ingin mengajak keluargaku jalan-jalan ke Bali. Aku ingin mengajak mereka melihat keindahan di luar  kota Bogor, Jakarta, dan Bandung. Tiketnya murah banget. Cuma 1,7 juta untuk 6 orang plus bayi. Gimana nggak tergiur? Hehehe.

Mama & Papa mendarat di Bali

Mama & Papa mendarat di Bali

Aku mendadak menjadi seorang flashpacker. Aku jadi rutin pergi melancong, at least dua kali setahun. Berbagai destinasi di Indonesia dan Asia pernah aku singgahi. Tak selalu harus jauh dan mahal. Aku selalu tunggu promo tiket, mencari akomodasi terjangkau, dan berhemat di tempat destinasi. Bahkan kalau bisa cari gratisan.

Ternyata tak perlu jadi jutawan untuk bisa menjelajahi negeri seberang. Tak perlu menunggu menang undian untuk bisa mengajak keluarga berlibur ke Bali. Cuma perlu promo dari Air Asia :D. And now everyone can fly :))).

 

Note: Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog 10 tahun Air Asia berhadiah jalan-jalan ke Nepal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s