Monthly Archives: January 2015

Mimpi 80 Dollar (Part 2)

Standard

Hampir pukul 10 waktu setempat.  Aku merogoh sisa uang Singapore dollar di saku. Cuma cukup buat beli teh. Ditambah uang dari saku Cun. Ya, cukuplah buat 2 gelas atau 1 porsi nasi lemak. Perut kami langsung rusuh. Mereka mengajukan protes.

Udah, gesek aja. Bayar bulan depan. Bisik-bisik hedonis menyeruak di kepala.

Tidak! Tidak! Aku dan Cun sudah sepakat tidak akan menggesek kartu terbitan bank di dompet. Bukannya sok hemat apalagi pelit sama diri sendiri. Cuma nggak mau lebih menodai rencana awal kami untuk travel hemat. Sambil miris mikirin utang di kartu kredit yang cukup menguras gaji bulan depan.

Satnight @ Changi Airport

Satnight @ Changi Airport

Tenang aja, belly. Malam ini in shaa Allah bisa makan enak dan kenyang. Aku tersenyum tenang sambil mengibas-ngibas tiket eTRS (electronicTourist Refund Scheme) di tangan.

Jadi, di Singapura itu, kalau turis belanja barang untuk kebutuhan pribadi (bukan untuk dijual lagi), di toko-toko tertentu minimal $100, bisa dapat pengembalian pajak. Tax free. So, biaya pajak yang termasuk dalam harga barang bisa dikembalikan. Yeaay… Berkah belanja #eeh :p.

Aku dan Cun pun mencari konter eTRS untuk mengambil pengembalian pajak. Lumayan dapat 11 SGD. Cukuplah untuk makan enak malam ini. Lokasinya tak jauh dari loket imigrasi. Berhubung sudah malam, jadi antrian sudah sepi. Kami melenggang cepat ke hadapan petugas dan menunjukkan tiket eTRS tersebut.

Hand-carry goods?” Tanya petugas berwajah India.

“Yes, Sir.”

Oh, please refund in the departure lounge.

“Ya??? Aku denger sih apa kata petugas itu. Cuma shock dan nggak mau percaya aja.

Setelah petugas itu menjelaskan lebih lanjut, aku dan Cun lunglai. Ternyata kalau barangnya nggak masuk bagasi alias hand-carry, ditukernya nanti di dalam departure lounge. Itu, tuh, tempat yang sebelumnya aku idamkan untuk menghabiskan malam ini. Yang fasilitasnya bikin gemes. Yang baru bisa dimasukin abis check-in. (-.-“)

Read the rest of this entry