Hanbok & Gyeongbokgung Korea

Standard

4 jam saja!

Tidak seperti kisah Cinderella, di Korea ibu peri yang ku panggil ahjumma bukan menyuruhku pulang sebelum jam 12 malam. Tapi dia memberiku waktu selama 4 jam untuk jadi seorang putri.

Kamu mau jadi putri selama 4 jam? Sini, aku kasih tahu caranya di sini :).

Cinderella Korea

Peri Ahjumma

November lalu, aku bersama sahabatku berkunjung ke negeri para Oppa dilahirkan. Tapi bukan Oppa yang ingin aku temui. Aku mau mencari peri ahjumma yang katanya bisa membuat kita jadi putri Joseon.

Ahjumma; sebutan untuk wanita yang sudah ibu-ibu di Korea. Kalau di sini mungkin kita panggil ibu atau tante.

Para peri ahjumma ini bisa ditemukan di sekitar area istana. Mereka bekerja di tempat-tempat penyewaan baju tradisional korea, hanbok. Bukan hanya ramah, mereka juga siap membantu tamu memilih hanbok, memakaikannya, bahkan mendandani supaya makin mirip seorang putri.

Aku mendatangi salah satu tempat penyewaan di samping Istana Gyeongbokgung. Untuk sampai ke sini, aku naik subway line 3 sampai ke Gyeongbokgung Station dan keluar di exit 3. Lalu berjalan terus sampai melewati blok terakhir sebelum istana, belok kiri. Di situlah lokasi yang kupilih. Nggak pakai referensi dari mana-mana sih. Cuma pas lihat plang namanya, langsung pengen masuk aja. Padahal sebelumnya banyak tempat penyewaan yang dilewatin.

Peri Ahjumma

Peri Ahjumma

Ternyata feeling aku nggak salah. Begitu masuk, waah banyak banget pilihan hanbok yang cantik. Hanbok untuk wanita ternyata terdiri dari 2 lapis pakaian. Lapis pertama, yang paling dalam, disebut chima. Ini semacam long dress model kemben. Lapis kedua yang disebut jeogori adalah lapis luarnya. Modelnya seperti jaket cropped. Berlengan panjang dan ada tali pita panjang untuk menyatukan kedua sisi agar chima bagian atas tidak kelihatan.

Aku sempat bingung mau pilih yang mana. Karena pilihan warna untuk chima dan jeogori-nya banyak. Selain itu, modelnya pun ada 2 pilihan. Modern dan klasik.

Kalau yang modern chima-nya dilapisi kain tile bordir sehingga terlihat lebih mewah. Tapi model klasik pun tak kalah cantik. Karena warna-warnanya yang kayak permen.

Pas lagi bingung inilah, peri ahjumma baik hati membantuku untuk memadu padankan chima dan jeogari yang pas. Bahkan mereka pun langsung menarikku ke ruang ganti dan membantuku mencoba hanbok model klasik dan modern. Baru nanti dipilih mana yang disuka.

Lalu pilihanku pun akhirnya jatuh pada hanbok klasik berwarna hijau tosca dengan lengan jeogari yang warna-warni kayak permen. Kebetulan warnanya pas sama kerudung yang lagi aku pakai.

Supaya hanboknya lebih cantik, ahjumma memasangkan rok kawat sehingga chima bagian bawahnya mengembang. Bahkan mereka pun merapihkan kerudungku dan menyuruhku memilih tas pouch yang cocok.

Sim salabim…

Aku pun sudah berubah jadi seperti putri jaman Joseon. Eeh tapi peri jaman now sihirnya bisa bertahan asal dibarter sama uang =D. Ini daftar harganya:

  • Hanbok Modern: 2 jam 20k won / 4 jam 25k won
  • Hanbok Klasik: 2 jam 10k won / 4 jam 15k won
  • Rok kawat: 3k won
  • Sepatu: 5k won
  • Tas pouch: free
  • Aksesoris kepala: free
  • Bonus musim dingin: hotpack untuk digenggam
  • Free locker untuk simpan tas dan baju


Ekspektasi vs Realita

Sudah siap dengan hanbok, aku beranjak menuju Istana Gyeongbokgung. Dalam bayanganku, sesaat lagi aku bisa merasakan sensasi menjadi putri jaman Joseon. Berjalan anggun di pelataran istana. Atau duduk-duduk manis di taman sambil memandangi langit biru.

Eeh,, brrrr…

Baru keluar dari tempat penyewaan langsung disapa angin dingin. Buyar deh lamunan hihihi…

Suhu hari itu sedang 2°c. Aku terlanjur meninggalkan coat dan sarung tangan di loker. Lagian jadi percuma kalau hanboknya ketutupan coat. Ya udah, deh, kan aku udah lapis pake heattech. Plus bawa hotpack. Istananya juga deket.

Aku melanjutkan perjalanan masuk istana lewat samping. Belum sampai ke pintu masuk istana, udah disambut dengan hamparan daun kuning yang berguguran di tanah. Pas banget deh buat foto-foto. Di pinggir-pinggir bangunan juga. Di temboknya, di depan pintu. Wah, belum masuk aja udah banyak spot foto yang bagus. Jadi bisa foto mirip Jang Geum atau Hae Soo hihi.

Tapi belum sampai 5 menit, tangan udah mulai kedinginan. Harus gosok-gosok hotpack supaya anget. Belum lagi semilir angin yang menyelip di antara rongga lengan baju. Aiih.. dinginnya. Susah juga ya jadi putri di musim dingin =D.

IMG_1402

Berpose sambil menggenggam hotpack

Oke, sekarang kita masuk aja yuk ke istana. Siapa tahu di dalam lebih hangat. Kabar baiknya, buat pengunjung yang pakai hanbok bisa gratis masuk istana. Lumayan menghemat 3000 won. Bisa buat beli fish cake hehe.

Jam buka istana ini dari jam 9 pagi sampai 5 sore di bulan Nov-Feb. Di bulan lainnya buka sampai jam 6 sore. Hari selasa tutup. Jadi jangan sampai salah waktu.

Gerbang pertama yang akan dilewati namanya Gwanghwamun. Gerbang ini bisa kita lihat dari jalan raya. Dilihat dari luar, keberadaan gerbang ini seperti menjadi penegas bahwa di era moderenisasi ini, Korea tetap mempertahankan sejarah mereka. Gerbang ini biasa dijaga beberapa penjaga istana berpakaian hanbok. Pengunjung diperbolehkan berfoto di sebelah mereka, tapi yang mengambil foto harus dari jauh. Pokoknya nggak boleh satu teras sama penjaganya.

Gwanghwamun Gate

Gerbang Gwanghwamun

20171117_123804

Cinderella mau kabur

Memasuki area istana, yang pertama kali kulihat adalah halaman luaaas sekali dimana angin dingin penghalau keanggunan bisa hilir mudik dengan lincah. Sama sekali tak lebih hangat daripada di luar. Bahkan bangunan-bangunan istana seperti kediaman raja, ratu, pavillion, dan lainnya bukan untuk dimasuki sembarangan. Jadi kita hanya bisa lihat dari luar. Oh, tiba-tiba aku merindukan coat-ku =D.

Meskipun harus berperang dengan dingin, aku lanjutkan perjalanan menjelajahi istana terbesar di Seoul ini. Wah, ternyata gerbangnya ada banyak. Setelah masuk gerbang Gwanghwamun, aku bertemu dengan gerbang Heungnyemun. Kalau yang nggak pakai hanbok bisa beli tiket di sini.

Di balik gerbang ini, ada jembatan Yeongjegyo di antara pohon-pohon yang berguguran daunnya. Di sisi kiri-kanannya ada pelataran berpilar merah. Kalau di drama korea, tempat ini biasa dipakai untuk adegan putri / raja berjalan dengan para dayang / prajurit menuju bagian lain istana.

Yeongjegyo Bridge

Yeongjegyo bridge

IMG_1515

 

Dari jembatan ini, barulah aku menemukan bangunan-bangunan istana seperti aula utama istana, kediaman raja-ratu, pavilion, tempat menyambut tamu, bahkan taman yang luas. Dari semua itu, yang paling berkesan adalah sebuat cafe kecil di area taman istana. Karena itu satu-satunya bangunan yang ada penghangatnya plus secangkir coklat hangat. Sungguh kurindukan tempat seperti ini setelah beberapa sejam mengitari istana. Alhamdulillah :).

 

 

Cafe & Handicraft shop

Cafe dan toko oleh-oleh di dalam istana

Tak terasa waktu yang tersisa untuk menjadi putri Joseon tinggal 1 jam lagi. Aku pilih untuk keluar istana menuju Bukchon. Area yang masih terdapat rumah tradisional Korea dan salah satunya dipakai syuting drama Korea Personal Taste. Aku tak bisa ceritakan apalagi kasih foto karena setelah berjalan beberapa lama dan bolak-balik, sepertinya aku tak berhasil menemukan lokasinya. Padahal deket banget sih dari istana. Tapi berhubung cuaca semakin terasa dingin, jadi aku putuskan untuk kembali ke kediaman peri ahjumma dan memilih menjadi orang biasa saja. Setidaknya, aku punya coat untuk bertahan hidup :D.

Eh, dalam perjalanan pulang aku sempat melihat latihan atraksi pergantian penjaga istana di halaman samping. Wah keren.

Latihan prajurit.jpg

Sekian dulu kicauan dingin ini. Kamsamidaaa, annyeong ^^

Advertisements

2 responses »

  1. Kalau tinggal 1 jam ke bukchon rasanya emang ga cukup waktunya. Jalannya lumayan jauh plus nanjak 😂 kecuali kalau nyewa hanboknya deket2 bukchon jadi sekalian jalan. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s