Dua Mimpi Yang Tertinggal

Standard

Hari itu aku membaca list impianku. Di antara beberapa yang sudah terwujud, ada dua yang tertinggal. Naik pesawat terbang dan pergi ke luar negeri.

Jangankan ke luar negeri, seumur hidup aku belum pernah naik pesawat terbang. Kalau kata Papaku, dari mana mau ke mana naik pesawat? Semua keluargaku berdomisili di Bogor, Jakarta, dan Bandung. Jadi sejauh-jauhnya pulang kampung, ya ke Bandung. Nggak mungkin naik pesawat, kan? Hehe. Selain itu papaku termasuk orang yang menganggap jalan-jalan itu sebuah pemborosan. Jadi, semahal-mahalnya jalan-jalan, ya ke Dufan :D.

Pikirku saat itu, mungkin bila aku kaya raya, aku baru bisa mewujudkannya. Tapi aku tak kunjung jadi jutawan. Berkali-kali ikut undian pun tak pernah beruntung. Akhirnya aku melipat rapi kedua mimpi itu selama sekian tahun. Hingga suatu hari sebuah BBM mendarat di ponselku.

Read the rest of this entry

Advertisements

Mengejar Napas, Menghirup Golden Sunrise

Standard

“Golden Sunrise”

Membaca tulisan itu membuat mataku meleleh. Bukan karena kata-katanya, melainkan foto-foto yang ada di atas tulisan itu.

OH-MYGOD!

Ada ya, sunrise semewah itu? Asli, langit benar-benar bertabur tinta emas yang perlahan menghapus hitamnya malam. Eksotis banget. Dan ternyata itu ada di Indonesia, di Pulau Jawa. Lebih tepatnya di Gunung Sikunir, Dataran Tinggi Dieng. Fotonya aja udah keren, apalagi kalau bisa lihat aslinya. Wooww…

image

The Golden Sunrise (Photo bukan koleksi pribadi)

Read the rest of this entry

Kisah Klasik Pukul 4 Sore

Standard

“Sssst…” Aku berbisik padanya sambil menaruh telunjukku di depan bibir.

“Jangan bilang-bilang kalau aku nangis.” Pintaku padanya, sahabat baruku.

Aku sedang menceritakan rahasiaku padanya. Entah mengapa akhirnya aku memilih dia untuk mencurahkan perasaanku. Mungkin karena aku tak tahan menyimpannya sendiri. Dan aku pun tak mau yang lain tahu perasaanku. Cuma dia saja.

“Dulu aku nggak suka sekolah. Setiap bangun tidur, aku cuma tunggu jam 4 sore. Aku cuma mau main sama mereka.” Sambil menyeka air mataku, aku melanjutkan cerita. Dia masih setia mendengarkan tanpa berkomentar.

Waktu kecil dulu

Waktu kecil dulu

Read the rest of this entry

Awas Salah “Jepret”

Standard
Gagal jepret

Gagal jepret

Jangan bayangkan pemandangan Gardens by The Bay seperti foto di atas. Gelap, suram, buram.

Taman yang belum lama dibuka di Singapura ini sebenarnya terlihat sangat cantik dan eksotis di malam hari. Ada belasan supertree alias pohon raksasa berhias lampu yang berjejer kokoh namun manis. Desain taman begitu apik ditambah dengan penerangan yang sengaja dibuat redup. Taman ini seolah ingin menampilkan kesan pretty in mystery.

Sayangnya yang pegang kameraku nggak cukup pandai untuk mengabadikan keindahannya. Salah setting, sih. Jadilah hasil jepretannya nggak jelas begini.

Ternyata view yang cantik bisa jadi “rusak” gara-gara salah setting kamera. Gimana dengan kehidupan?

Read the rest of this entry

(Bukan) Kerajaan Negeri Dongeng

Standard

Waktu masih kecil, aku kira putri cantik dan pangeran tampan itu cuma ada di negeri dongeng. Putri Salju, Cinderella, Putri Tidur, hingga Putri Duyung. Rasanya sosok seperti itu -yang cantik/tampan, baik, dan pemberani- cuma cerita khayalan belaka.

Hingga suatu hari aku menonton cuplikan video seorang wanita berparas cantik dan bergaun pengantin putih duduk di kereta kuda bersama pangerannya. Bedanya rambutnya pendek nggak seperti putri-putri dalam negeri dongeng yang berambut panjang. Tapi senyumnya begitu manis dan menghangatkan. Senyum yang menggambarkan seorang Putri. Dia adalah Putri Diana, istri Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris.

Sebenarnya berita tentang politik di Inggris tapi ada cuplikan video pernikahan mereka yang disematkan dalam kabar tersebut. Di Video itu, mereka berkeliling sambil melambaikan tangan pada semua orang yang menonton di sisi jalan. Jalanan ramai sekali karena rakyat ingin melihat dan menyapa langsung putri baru mereka. Adegan yang mirip dalam dongeng.

Wow! Jadi putri itu benar-benar ada?

Read the rest of this entry

Berandal Di Balik Jemari

Standard

Gelap

Aku tak bisa melihat apa-apa. Hanya suara teriakan dan bunyi benturan yang kudengar.

“Hiaaat!”
“Aaaa…!”
Buk…buk!
Kreek!

Suara-suara yang terdengar menyeramkan. Rasanya aku ingin tetap bersembunyi di balik kedua telapak tanganku. Tapi aku penasaran ingin melihat apa yang sedang terjadi.

Aku membuka sedikit celah di antara jemariku lalu coba mengintip.

Ada sebuah kepala terbentur ke kloset dan seketika muncullah muncratan darah dari mulutnya. Mulut dan matanya terngaga.

Ouch!

Read the rest of this entry

Membangun Twin Towers Sendiri

Standard
Belajar keberanian dari Twins Tower

Belajar keberanian dari Twins Tower

Pernahkah kamu merasa takut bermimpi? Atau merasa tak yakin bisa menggapai mimpimu? Seolah-olah mimpimu berada tinggi di langit. Terasa begitu jauh dari pijakanmu di bumi. Maka lihatlah Petronas Twin Towers ini. Gedung pencakar langit kebanggaan Malaysia yang menarik perhatian banyak turis.

Read the rest of this entry

Kisah PHP Di Boardwalk

Standard

Sore itu aku menunggumu.

Dan seharusnya aku merasa bosan. Tapi sajian pemandangan di hadapanku menjadi hidangan yang lezat untuk mataku.

image

Sajian pemandangan Boardwalk

Bayangkan saja. Aku sedang menginjakkan kakiku di atas jembatan yang meliuk eksotis di antara Harbour Front dan Sentosa Island. Seperti berdiri di atas laut. Ditemani semilir angin hangat dan langit yang mulai sendu melepas kepergian sang surya.

image

Welcome to Sentosa Boardwalk

Aku sedang berada di Sentosa Boardwalk. Sebuah jembatan sepanjang 600 m yang berdiri kokoh di atas laut. Menjadi akses pilihan bagi pengunjung yang ingin menyebrang ke Sentosa Island dengan berjalan kaki.

Aku suka sekali suasana di sini. Duduk di undakan kayu sambil meluruskan kaki. Melepas lelah pada hamparan laut biru tak berombak. Dan menyaksikan beberapa kapal ferry berlalu lalang di sana.

Aah… bila menunggu jadi seindah ini, mungkin menunggu akan kehilangan predikat sebagai aktivitas paling membosankan. Tapi tentu akan lebih indah bila kau muncul menemani.

Hmm… Aku melirik pada jam tanganku. Sudah pukul 7 petang. Langit pun sudah semakin muram. Semuram hatiku yang cemas karena kau tak kunjung muncul.

Ayolaah… aku sudah jauh-jauh datang ke sini. Lirihku dalam hati.

image

Menunggu Mr. PHP

Read the rest of this entry

Nyasar Ke China

Standard
Pagoda dan para prajuritnya

Pagoda dan para prajuritnya

Sebuah bangunan pagoda yang didominasi warna merah menjulang tinggi di hadapanku. Di depannya, ada undakan tangga yang cukup tinggi yang dijaga patung-patung prajurit. Pemandangan ini mirip seperti yang sering aku lihat di film-film silat.

Olala, ini di Cina?

Asli keren banget, ya! Padahal tadi aku landing di bandara Changi Singapura. Setelah drop koper di hostel, Aku langsung berkelana naik MRT kesana-kemari, menempuh jarak yang cukup jauh. Dan tibalah aku di sini.

Ni hao ma. Wo zai zhongguo xianzai

(Hello, aku sedang di Cina sekarang)

Read the rest of this entry