Jatuh Dan Cinta Di Namsan Tower

Standard

Banyak yang datang ke sini untuk sebuah gembok. Menuliskan namanya dan nama seseorang di gembok lalu dikaitkan di antara ribuan gembok yang tergantung di lock of love. Lalu klik, dikunci. Sambil berharap cinta dia dan orang yang dituliskan namanya bisa langgeng abadi tak terlepaskan.

Padlock of Love

Padlock of Love

Gemboknya lucu-lucu, cantik. Tapi nggak gratis. Kamu tahu berapa harganya?

Sebelum membahas harga gembok, aku mau kasih tahu tempat yang ku maksud adalah Namsan Tower atau N Seoul Tower. Destinasi paling hits kalau main ke Korea. Apalagi buat pecinta drama korea yang masih belum bisa move on dari Gu Jun Pyo-nya Boys Before Flowers atau Do Min Jo-nya My Love from The Star. Dua Oppa yang pernah punya memorable scene di tempat ini.

Untuk bisa ke tempat ini ada beberapa cara. Bisa via subway line 4 turun di Myeongdong exit 3 lalu jalan sedikit sekitar 15 menit di sisi kanan Pacific Hotel untuk naik cable car. Tarif cable car-nya 8,500 won PP (sekitar 100 ribu rupiah). Which is lumayan ya xixi. Tapi langsung sampai ke tower-nya.

Kalau aku pilih yang lebih hemat, naik bus. Tarifnya sekitar 1,100 – 1,200 won + nanjak sedikit :D. Bisa naik bus No. 02 atau 03 atau 05, tergantung tempat kamu berasal. Langsung deh sampai di halte dan tinggal lanjut mendaki sekitar 10 – 15 menit. Lumayan olah raga tapi pemandangan di sekitarnya wiih… kereeen. Apalagi aku ke sana pas musim gugur. Banyak sekali pemandangan daun-daun menguning kemerahan yang cantik.

Bus Menuju Namsan

Bus No. 03 from Itaewon to Namsan

Sunset di Namsan

Bonus sunset di perjalanan naik bus

 

Jalan Menanjak Namsan

Jalan menanjak ke Namsan Tower

IMG_0523

Ku persembahkan untuk pembaca kicau kaki 🙂

Begitu sampai di ujung penanjakan, kita sudah tiba di Namsan Plaza yang terdapat banyak pertokoan dan kafe. Tapi aku dan sahabatku lebih tertarik untuk langsung naik menuju tower-nya. Tapi tenang, kalau dari sini tinggal naik lift. Meluncuur, deh.

Begitu sampai di teras tower, kami langsung disambut spotspot yang yang sering berkeliaran di feeds Instagram. Teras berlantai kayu yang dikelilingi pagar padlock of love alias gembok cinta. Buanyak sekali gemboknya. Belum lagi hiasan pohon yang juga digantungi padlock of love. Aku dan sahabatku pun langsung foto-foto. Cuma karena saat itu hari sudah gelap, fotonya banyak yang kurang memuaskan. Lebih baik ke sini di saat terang sepertinya.

Me n Padlock

Ngomong-ngomong hari sudah gelap, angin pun ternyata makin malam makin kencang dan fix bikin suhu makin membekukan badan. 2°C Cyiin 😱.

Namsan Tower ini posisinya di dataran yang lebih tinggi, jadi suhunya plus anginnya lebih dingin daripada di pusat kota Seoul. Aku sudah pakai 3 lapis (longjohn, sweater, coat) plus syal, masker, dan sarung tangan. Fix masih kedinginan. Karena anginnya mengelus-ngelus wajah. Dan sarung tangan yang nggak mempan menghalau dingin. Juga kaki yang masih diselip-selipi angin. Aku sarankan lebih prepare lagi urusan pakaian kalau mau ke sini di mid – late autumn. Apalagi di musim dingin.

At Namsan Tower

Sudah begini masih kedinginan, hihi

Setelah kedinginan foto-foto, baru inget yang ngehits di sini kan pasang gembok cinta. Dan gembok-gembok itu ternyata di jual di sini. Warna dan bentuknya lucu-lucu banget. Harganya bervariasi mulai dari 4,500 won hingga belasan ribu won. Uwoow…

Lumayan juga ya. Kalau dihitung-hitung, berapa banyak uang yang tergantung di sekeliling pagar itu. Aku tak berniat menggantungkan uangku di sana. Aku pakai gembok doa saja. Bisa kugantungkan di tiap usai shalat atau di sepertiga malam. Gratis dan insyaAllah caranya lebih diridhoi. Karena cuma Allah yang pegang kunci hati manusia. Ya, nggak? 🙂

lautan padlock

Aku beranjak pergi dari toko gembok. Tadinya sempat juga kepikiran untuk beli sebagai cinderamata. Tapi kok kayaknya nggak ada kuncinya, ya? Cmiiw (^.^)v.

Setelah puas kedinginan di teras sampai masuk angin, aku dan sahabatku memutuskan untuk naik ke ruang observatory, melihat pemandangan malam kota Seoul dari puncak tertinggi di sini. Untuk bisa menikmati itu, ternyata aku harus merogoh saku juga hehe.

Ada beberapa paket yang tersedia. Ala carte alias hanya tiket masuk saja atau yang plus makanan. Kebetulan saat itu belum makan. Jadi kami pilih menu combo berdua seharga 21,000 won. Dapat 2 tiket masuk observatory, 2 gelas besar cola yang kami harap bisa diganti wedang jahe, dan satu popcorn yang besarnya… ya ampuuun… tak ku sangka seperti bawa baskom =D. Selapar-laparnya perut saat itu, kayaknya nggak sanggup juga menghabiskan popcorn ini berdua.

popcorn-super.jpg

Cola dan Popcorn ukuran jumboww

Lalu kami pun naik lift untuk sampai ke puncak tertinggi di Seoul yaitu di ketinggian 480 mdpl.

MasyaAllah… pemandangan kotanya cantik sekalih. Kita bisa duduk-duduk di undakan kayu sisi kaca, menonton pemandangan malam di Seoul sambil ngemil popcorn yang nggak habis-habis. Xixi,,, Dan segelas besar cola yang sebelumnya sempat kami remehkan itu ternyata bisa bikin perut yang tadinya kembung jadi lega, loh. Aneh. Sebuah penemuan baru ketika cola lebih ampuh mengatasi masuk angin daripada minuman sachet-an yang biasanya mempan kalau di Indonesia hihi.

observatory

Salah satu sudut observatory

Seoul at Night

Seoul dari ketinggian 480 mdpl

Sudah hampir sejam “menonton” sambil menghangatkan badan. Lalu kami pun memutuskan untuk pulang. Dan bagaimanakah nasib popcorn yang masih hampir setengahnya itu? Kami coba tawarkan pada rombongan orang tua yang duduk di dekat kami. Ternyata mereka menyambutnya dengan pelukan terima kasih. Alhamdulillah,  nggak mubazir :D.

Malam semakin dingin saat kami berjalan menuju halte untuk naik bus. Sebelum benar-benar meninggalkan tempat ini, kami sempat berfoto-foto dulu sambil berharap mendapat angle Namsan Tower yang bagus. Dan untuk variasi gaya, aku memutuskan untuk ambil pose melompat. sahabatku menghitung. Satu… dua… tiga…

Ouch… Tiba-tiba kakiku kram habis melompat. Aku pun langsung jatuh dan duduk tersungkur di aspal. Beneran nggak bisa digerakin sama sekali. Antara nahan sakit sama cekikikan. Wkwkwk… Jangan dicontoh, ya. Ternyata udara dingin itu bisa mengerutkan pembuluh darah. Apalagi ditambah banyak gaya pakai melompat. Ya, bisa berdampak jadi turis ngesot =D.

Alhamdulillah kramnya nggak seberapa lama. Setelah itu kami pun benar-benar meninggalkan Namsan Tower sambil berdoa semoga bisa kembali lagi ke sini di saat suhu lebih hangat. Dan tentu saja di saat masih terang. Saat itu terjadi, aku akan coba melompat lagi =D. Bantu aamiin, yaa hehe.

Namsan at night

See you again ^^

Sekian dulu kicauan kali ini. Tunggu cerita lainnya ya…

Annyeong ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s